Ada Apa Dibalik Hutang RSUD Simeulue Hingga Mencapai Rp11.8 Milyar

fauzan, 21 Feb 2018,
Share w.App T.Me

WARTA ACEH.CO.ID, SIMEULUE - Hutang rumah sakit simeulue sebanyak Rp11.8 miliyar  sudah dilakukan proses pembayaran hanya tersisa Rp1.1 milyar selama kita menjabat 1 tahun 6 bulan, hal itu diungkapkan direktur rsud simeulue, dr.Irwansyah kepada media ini diruang kerjanya. Selasa (20/2/2018).

Dikatakannya bahwa hutang itu sudah ada sebelum dirinya menjadi direktur rsud simeulue, hutang rumah sakit sebanyak Rp.11.8 milyar tersebut sudah ada sejak tahun 2016.

Namun pada saat Irwansyah menjadi pimpinan rumah sakit hutang rsud terus dibayar setiap bulannya.

"Hutang rumah sakit simeulue ditahun 2016 senilai Rp.11.8 milyar tetap kita bayarkan setiap bulannya dan seiring sejalan juga dengan pembayaran tagihan berjalan setiap bulannya ke PBF, kimia farma dan laboratorium serta kebutuhan operasional lainnya.

Saat ditanya, bagaimana terjadi hutang dan pembayaran hutang yang nilai total dulu 2014, 2015 dan 2016 dengan hutang yang berjalan di tahun 2017 masa dirinya jadi direktur.

Irwansyah mengatakan hutang yang berjalan dimasa dirinya memimpin, yaitu tagihan yang berjalan dalam konteks setiap  pemakaian bulanan operasional kebutuhan obat barang habis pakai kemudian makan minum pasien, rujukan dan operasional kebutuhan lainnya menyangkut dengan rumah sakit dan operasional dana bpjs yang diproses selama setahun lebih.

Rumah sakit juga membayarkan hutang tagihan kerja sama kimia farma yang dibentuk kerja samanya selama 5 tahun sejak tahun 2014.

Pembayaran dengan pihak kimia farma dibayar secara KSO yaitu cicilan bertahap setiap bulannya selama kucuran dana bpjs perbulannya sesuai tagihan pemakaian obat yang berjalan.

"untuk perusahaan besar farmasi (PBF) kita juga sudah bayar tahun 2016, 2017 secara cicilan sehingga hutang tersebut dapat kita lunasi sesuai dengan pernyataan saya sebelumnya di media, bahwa hutang rsud akan tuntas tahun 2017 pada saat saya memimpin.  Ungkapnya.

Lanjut Irwansyah untuk tagihan menyangkut kebutuhan finansial masyarakat baik itu obat-obatan, barang habis pakai dan lain-lainnya tidak ada kendala karena yang kita tuntaskan dengan PBF hanya cicilan kimia farma yang belum tuntas dan itupun sudah dimuatkan KSO pembayaraan perbulan Rp.150 juta dimana sebelum saya diangkat jadi pimpinan rumah sakit.

Uang rumah sakit yang belum dikucurkan bpjs tersebut masih adalagi bulan oktober, november dan desember pada tahun 2017 dengan rata-rata klaim perbulan diatas Rp 3 miliyar.

Jika kita kalikan selama tiga bulan yang belum dibayar kan oleh bpjs ke rumah sakit lebih kurang Rp 10 milyar lagi meskipun sekarang sudah berjalan bulan februari 2018.

Dalam beberapa minggu ini apabila nanti pihak rekanan bpjs menguncurkan kembali tagihan dibulan oktober, november dan seterusnya maka akan terjawab dan terselesaikan sisa hutang rumah sakit tersebut. Jelas direktur rsud Simeulue, dr.Irwansyah.(fauzan)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu