Ahmad Fadli Menang, PTUN Nyatakan Keputusan Bupati Aceh Singkil Tidak Sah

INDONESIASATU.CO.ID:

WARTAACEH.CO.ID: BANDA ACEH - Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh, pada Kamis 22 Febuari 2018 telah menggelar Sidang dengan Pembacaan putusan terhadap gugatan perkara dengan nomor 22/G/2017/PTUN.BNA, antara Ahmad Fadli melawan Bupati Aceh Singkil.

Dalam Surat Pemberitahuan Putusan nomor 22/G/2017/PTUN.BNA, disebutkan, Dalam Penundaan, menolak permohonan penundaan kedua Objek Sengketa yang diajukan Penggugat. Sedangkan, Dalam Eksepsi, Menolak Eksepsi Tergugat seluruhnya. 

Sementara itu, Dalam Pokok Perkara, mengabulkan gugatan Pengugat untuk seluruhnya; Menyatakan tidak sah Keputusan Bupati Aceh Singkil Nomor 156.a Tahun 2017 tentang Pemberhentian Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil tanggal 26 Juli 2017/2 Dzulqaidah 1438H; dan Keputusan Bupati Aceh Singkil Nomor 160 Tahun 2017 tentang Pengangkatan Pejabat Pelaksana Harian Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil tanggal 1 Agustus 2017/8 Dzulqaidah 1438H.

Disamping itu, PTUN Banda Aceh juga memerintahkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Bupati Aceh Singkil Nomor 156.a Tahun 2017 tentang Pemberhentian Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil tanggal 26 Juli 2017/2 Dzulqaidah 1438H, begitu juga dengan Keputusan Bupati Aceh Singkil Nomor 160 Tahun 2017 tentang Pengangkatan Pejabat Pelaksana Harian Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil tanggal 1 Agustus 2017/8 Dzulqaidah 1438H. 

PTUN Banda Aceh juga Mewajibkan Tergugat untuk merehabilitasi kedudukan Penggugat seperti semula yaitu sebagai Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Singkil, dan Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 375.000, (Tiga Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah).

Apabila para pihak tidak sependapat dengan isi putusan ini, dapat mengajukan upaya hukum banding melalui Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh dalam tenggang waktu selama 14 hari sejak salinan putusan itu diterima.

Pengugat Terima Hasil Putusan PTUN Banda Aceh

Terpisah, Ahmad Fadli (Penggugat) saat ditemui di kediamannya, di Desa Sidorejo Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, mengungkapkan rasa haru dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Majelis Hakim PTUN Banda Aceh.

"Alhamdulillah, Amar Putusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim, Gugatan kita dikabulkan, " sebut Ahmad Fadli saat ditemui Indonesia satu,co.id dikediamannya, Sabtu (24/2).

Dijelaskannya, bahwa dirinya tetap menerima hasil Putusan PTUN Banda Aceh. Apalagi lanjutnya, PTUN Banda Aceh merupakan salah satu Lembaga lembaga peradilan yang bersifat adil dan jujur.

"Intinya, apa yang telah diputuskan oleh Majelis Hakim PTUN Banda Aceh sudah tepat dan sudah sesuai dengan Peraturan Perundangan- undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini," sebutnya.

Pasca keluarnya Putusan tersebut, Ia juga mengharapkan agar pihak yang terkait untuk dapat menerimanya dengan hati yang lapang, dan Ikhlas, karena Pasca Putusan PTUN Banda Aceh permasalahan tersebut sudah selesai. [JML]

Index Berita