Bulog Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadhan--Idul Fitri

INDONESIASATU.CO.ID:

TEGAL – Kepala Perusahaan Umum  (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) IV Pekalongan, Rasiwan mengungkapkan stok pangan yang tersimpan di gudang Bulog untuk kebutuhan masyarakat selama bulan puasa maupun lebaran sangat aman.
 
Ini artinya masyarakat sekitar Karesidenan Pekalongan yang meliputi wilayah Tegal, Brebes, Pekalongan, Pemalang dan Batang tidak perlu mengkhawatirkan pasokan bahan pangan saat jelang Ramadhan dan lebaran yang biasanya dipicu dengan kenaikan harga. 

Perum Bulog, kata Rasiwan, memastikan ketersediaan dan pasokan kebutuhan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, telur, daging ayam maupun kerbau dalam kondis cukup. Maksudnya kebutuhan pangan yang diperlukan saat bulan puasa dan Idul Fitri nanti bisa dipenuhi oleh Perum Bulog.

Rasiwan mengatakan,  menjelang bulan puasa dan lebaran pihaknya terus melakukan koordinasi guna mengatasi gejolak harga yang dikhawatirkan tidak terkendali.

“Menjelang puasa dan lebaran, kami sudah koordinasi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga yang mungkin dikhawatirkan mengalami kenaikan hingga tak terkendali,” katanya pada Pos Sore Kamis (2/5/) kemarin.

Dijelaskan, stok yang saat ini tersimpan rapi di Gudang Bulog Munjung Agung adalah beras 23.000 ton, gula pasir 50 ton, minyak goreng 16.000 liter, daging 1,9 ton, dan tepung terigu 2 ton.

“Posisi stok ini cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadhan dan Idul Fitri,” tuturnya. Menurut Rasiwan pihaknya masih memiliki tujuh unit gudang dimana memiliki kapasitas sebesar 24.000 ton. 

Sejauh ini realisasi pengadaan untuk gabah per hari sekitar 2.500 ton dengan stok 5.000 yang berarti sudah mencapai 50% lebih untuk stok gabah di gudang.

Rasiwan juga menjamin setiap beras yang ada di Gudang Munjung Agung sudah memenuhi standar, dan apabila ada petani yang mengirim belum memenuhi standar, pihaknya tetap membeli dengan harga standar. Nantinya gabah akan dilakukan standarisasi dengan unit pengolahan yang sudah dimiliki Gudang Munjung Agung.

“Karena itu, tidak ada alasan bagi kami  untuk menolak pengiriman gabah dari para petani,” tegas Rasiwan.

Pada kesempatan itu Rasiwan mengemukakan harga gabah kering giling (GKG) di wilayah Karesidenan Pekalongan Rp5.115 per kilogram (kg) sedangkan berasnya Rp8.030 per kg. Penyerapan gabah itu sediri  dilakukan langsung ke Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan juga bekerjasama dengan dinas perdagangan setempat.

Dia menambahkan, pembagian penggunaan gudang di Munjung Agung terdiri dari dua unit gudang untuk penyimpanan komoditi lainnya termasuk gula pasir, minyak goreng. Total kapasitas untuk beras sendiri adalah 19.000 ton, dengan serapan harian ditarget 750 ton untuk subdivre Pekalongan. (emf)

  • Whatsapp

Index Berita