Minta PT Delima Makmur di Tindak, Masyarakat Gelar Unjuk Rasa di Gedung DPRK Aceh Singkil

WARTABHAYANGKARA.COM: ACEH SINGKIL - Ratusan Masyarakat yang menamakan diri dari Aliansi Tani Bergerak menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil, Aceh Rabu (1/11/2017).

Pengunjuk rasa menuntut pemerintah Daerah, DPRK, dan aparat Kepolisian di Kabupaten Aceh Singkil untuk menindak PT Delima Makmur yang diduga telah  menguasai lahan tanpa memiliki izin selama bertahun-tahun.

Koordinator Aksi, Syafaruddin menyebutkan bahwa PT Delima Makmur telah melanggar hukum dikarenakan  menggarap lahan tanpa ada izin selama bertahun-tahun. 

"Kami minta pemerintah, DPRK dan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan hukum atas dugaan pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh PT.Delima Makmur, " tegas Syafaruddin.

Ratusan massa saat mendatangi Gedung DPRK Aceh Singkil ikut serta membawa Kerenda dan atribut - atribut yang berisikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah, termasuk kepada DPRK Aceh Singkil dan Aparat Penegak Hukum.

Dalam aksi tersebut  para pengunjuk rasa selain menuntut lahan mereka atau kelompok Tani  yang tergabung dalam Pola KKPA untuk segera dikembalikan,  mereka juga ikut serta mempertanyakan status lahan seluas 600 hektare yang diserahkan kepada pemerintah daerah oleh PT Delima Makmur pada tahun tahun 2012, termasuk siapa yang mengelola dan kemana hasil yang dibawa selama ini. 

"Kami mempertanyakan kemana lahan 600 hektare yang dilepaskan oleh PT Delima Makmur kepada kelompok masyarakat melalui pemerintah sejak 5 tahun lalu, kenapa sampai saat sekarang ini belum  diserahkan kepada masyarakat, siapa yang mengelola dan kemana dibawa hasilnya. Jika dalam pelepasan areal 600 ha tersebut terjadi konspirasi jahat agar dilakukan tuntutan hukum terhadap pelakunya dan pihak-pihak yang terlibat didalamnya," sebut ketua LSM GARUDA Aceh Aguswandha Manik selaku pendamping Aliansi Tani Bergerak.

Pada kesempatan itu, Selerus Gajah, selaku  ketua kelompok tani Marga Gajah sambil menunjukkan dokumen dalam orasinya menyampaikan sudah 20 tahun pihaknya memegang surat perjanjian damai atas lahan sekitar 150 hektare dengan PT Delima Makmur, yang ditandatangani oleh bupati massa itu. 

Sayangnya, hingga sampai dengan hari ini tidak menyelesaikan masalah, dan lahan tersebut juga tidak pernah diserahkan kepada kelompok tani. Bahkan kata Gajah, Bupati sudah silih berganti, akan tetapi permasalahan mereka tidak pernah kunjung terselesaikan.

"Tanah kami masih tetap dikuasai mereka, perusahaan itu adalah perusahaan penipu, jadi kami minta kepada Bupati dan DPRK Aceh Singkil untuk dapat menyelesaikan masalah kami, itu adalah hak kami." Sebut Selerus Gajah. 

Kedatangan para pengunjuk rasa juga disambut langsung oleh Pimpinan dan anggota DPRK Aceh Singkil, bahkan Bupati Aceh Singkil dan Sekdakab Aceh Singkil juga terlihat ikut berhadir ditengah-tengah massa.

Usai para pengunjuk rasa menggelar orasi secara silih berganti, selanjutnya, Pimpinan Anggota DPRK Aceh Singkil, Sunarso yang ikut didampingi Bupati dan Unsur Pimpinan beserta Anggota DPRK Aceh Singkil meminta kepada Para pengunjuk rasa untuk mengutus 10 orang perwakilan untuk berdialog didalam ruangan.

Saat itu, para pengunjuk rasa sempat menolak untuk berdialog di dalam gedung DPRK, sebaliknya  mereka menginginkan agar pemerintah dan DPRK untuk mengambil keputusan dengan melakukan sidang rakyat di luar gedung DPRK dan disaksikan oleh seluruh pengunjuk rasa.

Namun setelah diberikan penjelasan, akhirnya masa sepakat untuk melakukan dialog di dalam ruangan,, dengan catatan, dari perwakilan pengunjuk rasa ditambah dari 10 menjadi 15 orang, sedangkan yang sisanya diijinkan masuk dan duduk dibagian ruangan atas guna untuk ikut mendengarkan langsung hasil dialog dimaksud.

Alhasilnya, pimpinan DPRK menyanggupi dan menggelar dialog dengan 15 orang perwakilan yang ikut didengar dan disaksikan langsung oleh para pengunjuk rasa di dalam gedung DPRK Aceh Singkil.

Pantauan, dalam aksi unjuk rasa yang di gelar oleh Aliansi Tani Bergerak turut mendapatkan pengaman dari Aparat  Kepolisian Resort Aceh Singkil dan Aparat TNI jajaran Kodim 0109/Singkil. 

Selain itu juga terlihat, Kapolres  Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK ikut terjun langsung guna memantau jalannya Unjuk Rasa Damai tersebut. [Jamaluddin]