Taman Kehati BLHK Aceh Tamiang Diduga Tidak Sesuai Dengan UU Lingkungan Hidup

INDONESIASATU.CO.ID:

WARTAACEH.CO.ID: ACEH TAMIANG - Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang  berada di Tualang Cut Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang "Diduga” proyek tersebut menghamburkan uang saja di Badan Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (BLHK) Kabupaten Aceh Tamiang dikarenakan tidak sesuai dengan UU Lingkungan Hidup.

Proyek Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) ini lebih kurang 2 (dua) Hektar yang terdapat di sekitar kawasan Tualang Cut tepatnya di depan Kampus Politeknik Aceh Tamiang    menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Aceh Tamiang melalui  (BLHK) Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2016 lalu.

“Pembuatan taman Hayati (Kehati) dimulai Tgl 17 Oktober 2016 selesai pada Tgl 16 Desember 2016. Pelaksana CV. Tremedia Arya Gardatama. Pelaksana Cons Pengawas CV Ceed Exeellen Consultant. Cons Perencana CV. Divisi engineering Consultant. Nomor: SPK – BLHK ; Bid Standarusasi penataan KSDA /2016. Yang menghabiskan Anggaran sebesar Rp 383.606.000,-  (tiga ratus delapan puluh tiga juta enam ratus enam juta rupiah) namun ratusan batang Pohon yang di Tanam bukan tanaman langka.

Samsul Rizal selaku Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (BLHK) saat di Komfirmasi, Pukul 15.15 Wib Senin (26/2/2018), diri nya
menuturkan “Sebenarnya dana pembuatan Taman Hayati (Kehati) tersebut yang saya ajukan 1 miliar  namun yang keluar cuma 3 ratus lebih."

Lanjut Samsul rizal mengenai Tanaman yang di tanam di taman hayati ada tertulis di Pamplek di areal taman tersebut dan Taman itu juga belum selesai. "Bila Anggarannya keluar di tahun ini akan dilanjutkan kembali pembuatan teman Hayati (Kehati) tersebut.” 

Arep yang mempunyai lahan tani bersebelahan dengan  Taman Hayati (Kehati) tersebut  dirinya  menilai "Sepertinya teknisi yang menanam tanaman di taman Hayati itu tidak tau mengenai tanaman dan kondisi tanah."

"Kondisi tanah di lokasi ini untuk bercocok tanam sepertinya sudah tidak bisa lagi, karena kondisi tanah gersang dan gembur contoh nya seperti tanaman buah naga yang di taman tersebut  dari Awal di tanam sampai saat ini  begitu -begitu saja," jelas Arep.

Lanjut Arep di Areal taman Hayati tersebut "Sebagian tananam sudah pada mati sungguh sangat disayangkan Pemerintah  membuang buang anggaran, andai  anggaran tersebut diberikan kepada kami petani yang kelola sudah pasti mengurangi pengangguran di kampung ini."

Aliyandi SH dari Lembaga Swadaya Masyarakat Aceh Tamiang LSM (LIPAT) mengatakan ”Tanaman yang terdapat di lahan Taman Hayati(Kehati) seluas lebih kurang 2 (Hektar) tersebut seperti tanaman umum yang terdapat dilahan perkarangan rumah atau kebun   buah masyarakat yang hasilnya dijual.  Sementara yang di maksud dalam tanaman Kehati dalam UU Lingkungan Hidup adalah tanaman spesies langka."

Lanjut Aliyandi SH BLHK dalam program tanaman Kehati hanya menanam ratusan pohon yang umumnya tanaman yang banyak di temukan di kebun masyarakat seperti pohon mangga pohon rambutan pohon jambu Air dan pohon buah naga.

Disisi lain pohon tersebut sulit untuk subur karena awal nya ditanam diatas tanah timbun yang dipadatkan dan tidak diberi pupuk perangsang, dampak dari itu tumbuhan akan terancam kerdil.

Bahwa” berdasarkan pemjelasan pasal 57 ayat (1) huruf b undang-undang nomor 32 Tahun 2009 keanekaragaman  Hayati (kehati) Tanaman diluar kawasan hutan dan tumbuhan yang langka yang telah ditetapkan oleh Lembaga internasional seperti union for Conservation of Nature (IUCN) sebagai jenis yang sulit di jumpai” kata dia.

atas dasar tersebut”diharapkan oleh Penegak Hukum segera melakukan peninjauan di proyek yang di maksud”terang nya. [Afrizal]

Index Berita