Tingkatkan Kemampuan Siswa Kelas VI SD N 12 Tanjung Betung Terhadap Penguasaan Konsep Energi Listrik pada Mata Pelajaran IPA

indonesiasatu, 01 Apr 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI - Memahami hal yang bersifat abstrak jauh lebih sulit dari pada memahami hal yang bersifat kongkrit. Fakta empiris menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan pikiran manusia memahami sesuatu berangkat dari pemahaman terhadap yang kongkrit dan bergerak kepada yang abstrak. Energi bersifat abstrak. Peserta didik, sulit memahai konsepnya, yang tentu sulit pula memahami hal-hal yang berkaitan dengannya. Demikianlah yang terjadi pada kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung. Rata-rata nilai tes peserta didik kelas VI pada tahun-tahun pembelajaran sebelumnya pada hasil pembelajaran energi listrik, jauh dibawah KKM. Untuk menaikkannya mencapai KKM dan mencapai ketuntasan klasikal, dibutuhkan waktu remidial atau pengayaan yang cukup. Hal ini menjadi masalah, karena waktu yang seharusnya dapat dipergunakan untuk pengembangan pembelajaran lainnya, dipergunakan untuk remidialatau pengayaan . Mengacu pada hasil diskusi dengan teman-teman guru pada kegiatan KKG dan teman-teman sejawat di SD Negeri 12 Tanjung Betung dan diilhami oleh berbagai referensi, Penulis mencoba mencari pemecahan masalah ini melalui Penelitian Tindakan Kelas pada kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung tahun pembelajaran 2017/2018 dengan memilih penerapan model pembelajaran “pengalaman”, dengan harapan, jika model ini efektif, maka dapat diterapkan untuk mengurangi pemborosan waktu untuk remidial atau pengayaan. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggrat, dilaksanakan pada semester II tahun peembelajaran 2017/2018. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan membuktikan bahwa “model pembelajaran melalui pengalaman” efektif menaikkan hasil pembelajaran materi yang berkaitan dengan energi listrik pada kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung. Dimana pada kelas VI tahun-tahun sebelumnya, nilai rata-rata pada pembelajaran materi yang sama, sebelum diadakan pengayaan atau remidial, selalu dibawah KKM, dan dibawah ketuntasan klasikal. Pada kelas VI tahun pembelajaran 2017/2018 dengan melaksanakan pembelajaran melalui pengalaman, nilai rata-rata peserta didik naik dan berada pada 3 (tiga) poin di atas KKM (KKM= 75, rata-rata nilai klasikal = 78); dan secara klasikal, berada pada posisi ketuntasan 95 %; dengan demikian, tidak dibutuhkan lagi waktu yang banyak untuk pengayaan atau remidial. Kata kunci: Pembelajaran melalui pengalaman, materi energi listri, hasil belajar yang memuaskan.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah 

Energi bersifat abstrak. Hal-hal yang bersifat abstrak akan lebih sulit dipahami oleh peserta didik daripada hal-hal yang bersifat kongkrit. Pemahaman terhadap konsep tentang hal yang bersifat kongkrit, dapat didukung oleh tampilan wujudnya. Tetapi hal-hal yang bersifat abstrak, pemahanan terhadap konsepnya, tidak dapat didukung oleh wujudnya. 

Kesulitan peserta didik memahami materi pembelajaran dalam lingkup energi ini telah menjadi fakta persoalan dikalangan guru. Dalam kegiatan-kegiatan KKG, misalnya, hal ini telah menjadi pembicaraan. Penulis sendiri mengalami kesulitan tersebut disetiap pelaksanakan pembelajaran materi yang berkaitan dengan energi. Dari catatan-catatan pengalaman Penulis selama menjadi guru, secara berturut-turut dua tahun pembelajaran sebelumnya, lebih dari 60 % peserta didik mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran “Perpindahan dan Perubahan Energi Listrik”. Sehingga untuk penguasaan dengan nilai kriteria ketuntasan minimal , peserta didik membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk pengayaan dan remidial, yang tentunya menyebabkan pemborosan waktu dan mengganggu terhadap ketersediaan waktu untuk melaksanakan proses pembelajaran mata pelajaran lainnya.  

Berdasarkan fakta-fakta pengalaman tersebut, Penulis berpikir, mendesak diperlukan metode pembelajaran yang teruji efektif, sehingga kedepan, pembelajaran tentang “Perpindahan dan Perubahan Energi Listrik” khusunya, dan umunya pembelajaran tentang materi-materi yang terkait dengan energi, dapat memberikan hasil yang jauh lebih memuaskan. Baik hasil ujian secara akademis maupun perubahan sikap yang diharapkan dari pembelajarannya. 

Menyadari tantangan profesionalitas tersebut, Penulis mengadakan Penelitian Tindakan Kelas atau classroom action research pada peserta didik kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung, tahun pembelajaran 2017/2018, dengan judul: "Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Peserta Didik Kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung dengan Upaya Menerapkan Model Pembelajaran Melalui Pengalaman”  

Rumusan Masalah 

Bertolak dari latar belakang masalah tersebut di atas, maka Penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

Apakah belajar menemukan konsep “perpindahan dan perubahan energi lsitrik” dengan model pembelajaran melalui pengalaman dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung ?

Apakah pembelajaran melalui pengalaman dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung dalam menemukan konsep “perpindahan dan perubahan energi listrik ?

Hipotesis  

Resniek (1996) mengatakan bahwa kejadian yang langsung dialami seseorang adalah sebagian dari kecerdasan untuk membangun pengetahuan tersebut. Mengacu pada referensi tersebut, Penulis mengajukan hipotesisi positif dengan perumusan:

Pembelajaran menemukan konsep “perpindahan dan perubahan energi listrik” dengan model pembelajaran melalui pengalaman, efektif meningkatkan hasil pembelajaran Kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung. 

Pembelajaran dengan model pembelajaran melalui pengalaman, efektif menumbuhkan aktivitas peserta didik sehingga tercipta pembelajaran yang aktif, kreatif, efisien, dan menyenangkan. 

Tujuan Penelitian 

Tujuan umum penelitian ini adalah:

Untuk menemukan model pembelajaran yang tepat pada konsep tertentu dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan mengetahui efektifitas model pembelajaran melalui pengalaman dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung dalam Standar Kompetensi: Energi dan Perubahannya, Kompetensi Dasar: Menyajikan Informasi Tentang Perpindahan dan Perubahan Energi.

Sebagai usaha mendeskripsikan aktivitas siswa kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung dalam belajar menemukan konsep “perpindahan dan perubahan energi lsitrik” dengan model pembelajaran melalui pengalaman.

Lingkup Penelitian Tindakan

Ruang lingkup penelitian ini adalah :

Materi pembelajaran: " Standar Kompetensi: Energi dan perubahannya”

Kajian Penelitian :

Data nilai pembanding adalah hasil pembelajaran peserta didik kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung tahun pembelajaran 2016/2017 pada konsep “perpindahan dan perubahan energi lsitrik” dengan tehnik tes yang meliputi tes tulis, lisan, perbuatan pada penilaian proses dari awal sampai akhir pembelajaran.

Hasil pembelajaran peserta didik kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung tahun pembelajaran 2017/2018 pada konsep “perpindahan dan perubahan energi lsitrik” dengan tehnik tes yang meliputi tes tulis, lisan, perbuatan pada penilaian proses dari awal sampai akhir pembelajaran.

Aktivitas peserta didik kelas VI SD Negeri Ganggo Mudiak tahun pembelajaran 2017/2018 dalam proses pembelajaran seperti : menyiapkan alat dan bahan, peserta didik mengidentifikasi dan mencatat pengalaman-pengalaman masing-masing terkait peralatan yang pernah mereka gunakan atau pernah mereka lihat, melaksanakan langkah-langkah percobaan, melaporkan hasil percobaan, membuat kesimpulan dan diskusi.

Manfaat Penelitian Tindakan 

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

Membiasakan fefleksi dan meningkatkan profesionalitas Penulis sebagai guru, dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

Penulis sebagai guru, memperoleh seperangkat pengalaman baru bagi Penulis dan kolaborator dalam inovasi-inovasi pembelajaran pengetahuan alam sebagai upaya peningkatan keprofesionalan Penulis dalam pembelajaran.

Bagi peserta didik, belajar menemukan konsep. Tidak hanya tergantung sepenuhnya kepada dalam membentuk definisi, memahami fakta-fakta dan prinsip-prinsip. Tetapi melalui kegiatan yang menyenangkan, peserta didik terbiasa berfikir secara ilmiah.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Objek penelitian tindakan kelas dalam pendidikan, adalah pelaksanaan proses pembelajaran tersebut. Suatu bentuk penelitian yang dilaksanakan oleh praktisi (termasuk guru) untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam melaksanakan tugas pokoknya; bagi guru adalah pelaksanaan proses pembelajaran (Agung Purwadi : 1998). 

Penelitian Tindakan Kelas bagi guru merupakan refleksi diri dengan tujuan (1) Perbaikan dan peningkatan profesionalitas guru dalam mengelola proses pembelajaran di kelas; (2) Implementasi berbagai program di sekolah dengan mengkaji berbagai indokator keberhasilan proses dan implementasi berbagai program sekolah (Notowijoyo : 1999).

Belajar Menemukan Konsep Belajar

Istilah belajar menurut Gagne (1977) adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia seperti sikap, minat atau nilai dan perubahan kemampuannya yakni kemampuan untuk melakukan berbagai jenis performance (kinerja). Menurut Aubuel belajar bermakna akan terjadi bila informasi baru dapat dikaitkan pada konsep-konsep yang sudah ada dalam struktur kognitif anak. Faktor yang paling penting yang mempengaruhi belajar ialah apa yang telah diketahui anak. 

Dari sekian ragamnya teori belajar, penulis dalam hal ini, terutama merujuk pada teori Aubuel. Belajar menemukan konsep artinya, proses kegiatan berdasarkan apa yang telah diketahui peserta didik (hasil pengamatan) menghasilkan fakta; dari beberapa fakta diperoleh generalisasi dan membentuk konsep. 

Konsep

Konsep adalah kemampuan yang memungkinkan manusia dapat berbuat sesuatu (Briggs, Gagne dan Wagner : 1988). Ini dapat diartikan bahwa tanpa menguasai konsep bidang tertentu, manusia tidak akan dapat berbuat banyak, dan dapat menyebabkan kelangsungan hidupnya terganggu. Contoh sederhana, apa yang akan terjadi jika seseorang tidak dapat membedakan antara energi panas dengan energi listrik.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar.

Pada dasarnya faktor yang mempengaruhi belajar dapat dikelomppokkan menjadi dua yaitu :Faktor endogen, ialah faktor yang dating dari anak itu sendiri dan dapat bersifat biologis dan psikologis, dan faktor eksogen adalah hambatan yang dapat timbul dari luar diri anak, meliputi faktor lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah. ( Dewa Ketut Sukardi, 1983 : 49 ). Faktor belajar yang tidak dapat diabaikan adalah faktor instrumen belajar, yakni berupa fasilitas belajar atau sarana belajar.

Model Pembelajaran Melalui Pengalaman

Model pembelajaran melalui pengalaman disusun dan dilaksanakan dengan berpijak dari hal—hal yang dimiliki peserta didik. Model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memperlakukan lingkungan mereka dengan ketrampilan-ketrampilan berfikir, mengkaitkan dengan pengalaman di dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan serta mengkaitkan dengan pengalaman dalam cara-cara belajar yang biasa dilakukan peserta didik. Model ini didasarkan pada temuan-temuan Piaget yang menganggap bahwa perkembangan kognitif terjadi ketika anak-anak berinteraksi dengan aspek-aspek lingkungan mereka yang membingungkan atau nampak bertentangan. 

Langkah-langkah pembelajaran melalui pengalaman, antara lain:

Guru merumuskan secara seksama suatu rencana pengalaman belajar yang bersifat terbuka (open minded) mengenai hasil yang potensial atau memiliki seperangkat hasil tertentu.

Guru harus memeberikan rangsangan dan motivasi pengenalan terhadap pengalaman.

Peserta didik dapat bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok-kelompok kecil/ keseluruhan kelompok di dalam belajar berdasarkan pengalaman.

Peserta didik ditempatkan pada situasi nyata, maksudnya peserta didik mampu memecahkan masalah dan bukan dalam situasi pengganti

Peserta didik aktif berpartisipasi di dalam pengalaman yang tersedia, membuat keputusan sendiri, menerima konsekwensi berdasarkan keputusan tersebut.

Keseluruhan kelas menyajikan pengalaman yang telah dituangkan ke dalam tulisan sehubungan dengan mata pelajaran tersebut untuk memperluas pengalaman belajar dan pemahaman peserta didik dalam melaksanakan pertemuan yang nantinya akan membahas bermacam-macam pengalaman tersebut.

Mengacu pada karakteristik model pembelajaran melalui pengalaman tersebut, dalam penelitian ini penulis lakukan adalah sebagai berikut : 

Menyediakan benda-benda atau bahan konkrit (yang sudah biasa dilihat atau digunakan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari) untuk digunakan bahan percobaan.

Menyediakan serangkaian kegiatan yang cukup luas sehingga mereka menjamin pemenuhan minat peserta didik dan menumbuhkan rasa keterlibatan mereka.

Mengatur kegiatan-kegiatan sehingga peserta didik yang berbeda

tingkat perkembangan kognitifnya akan belajar satu sama lain.

Mengembangkan tehnik-tehnik bertanya untuk mengungkapkan alasan-alasan peserta didik yang mendasari respon-respon mereka.

Mengumpulkan catatan-catatan peserta didik tentang pengalamannya masing-masing pada bidang materi yang akan dipelajari.

METODE PENELITIAN

Tempat, Subyek dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 12 Tanjung Betung, dan dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Alasan pemilihan tempat ini: Penulis adalah guru Kelas VI pada SD Negeri 12 Tanjung Betung. Jumlah peserta didik, sebanyak 19 (sembilan belas) orang. Peserta didik heterogen dilihat dari kemampuan akademis, skala ekonomi, hobi, serta perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan ideal.

Waktu pelaksanaan penelitian pada semester II tahun pembelajaran 2017/2018. Persiapan, mulai tanggal 20 Januari 2015 sampai 03 Februari 2018; pelaksanaan mulai tanggal 04 Februari 2018 sampai 22 Februari 2018; penyusunan laporan, mulai 23 Februari 2018 sampai 15 Maret 2018, dengan rincian :

Satu minggu pertama digunakan menyusun rencana (instrumen) penelitian.

Tiga minggu digunakan untuk tahap penelitian (implementasi tindakan)

Dua minggu digunakan untuk pengelolaan data dan penyusunan karya tulis.

Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) classroom based action research dengan peningkatan pada unsur desain yang memungkinkan diperolehnya gambaran keefektifan pembelajaran yang dilakukan. Model rancangan penelitian ini mengacu pada model rancangan Kemmis dan Target (1988) dengan 3 siklus. Masing-masing siklus terdiri 4 tahap kegiatan yaitu :(1 ) Tahap penyusunan rencana tindakan, (2) Tahap pelaksanaan tindakan; (3) Tahap observasi, dan (4) Tahap pengambilan kesimpulan atau refleksi. Adapun keempat tahapan tersebut dilaksanakan pada tiap siklus, tahap awal dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah identifikasi masalah yang kesemuanya itu diuraikan sebagai berikut :

Tahap Identifikasi

Pada tahap ini penulis mengidentifikasi konsep-konsep pengertian alam yang sulit dipahami siswa. Cara yang ditempuh untuk kepentingan ini ialah dengan memeriksa kembali nilai rata-rata ulangan harian kelas VI tahun sebelum-sebelumnya, rencana pembelajaran, program semester dan silabus. Berdasarkan acuan tersebut sebagai acuan implementasi tindakan dipilih konsep “perpindahan dan perubahan energi lsitrik”. Masalah yang menjadi perhatian untuk diidentifikasi, dianalisa, dan dirumuskan terfokus pada 2 hal yaitu : (1) Hasil belajar peserta didik, dan (2) Aktivitas peserta didik dalam menemukan konsep-konsep “perpindahan dan perubahan energi lsitrik”dengan model pembelajaran melalui pengalaman.

Tahap Penyusunan Rencana Tindakan

Rencana tindakan adalah rencana proses pembelajaran konsep energi listrik dengan :

Kompetensi Dasar

7.2. Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan pada energi lsitrik.

Hasil belajar

Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi.

Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan perpartisipasi dalam penghematannya dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator

7.2.1. Menyebutkan jenis-jenis energi

7.2.2. Menjelaskan pengertian energi listrik

7.2.3. Menjelaskan sumber energi listrik

7.2.4. Menjelaskan benda-benda yang memanfaatkan perubahan energi

7.2.5. Mendeskripsikan perubahan energi listrik menjadi energi lain

Dalam rencana pembelajaran tersebut memuat pola kegiatan-kegiatan yang dapat memfasilitasi peserta didik dalam menemukan konsep-konsep energi listrik dan perpindahan dan perubahan energi listrik, melalui suatu proses ilmiah dan memuat kegiatan-kegiatan yang menjadi ciri khas/karakteristik model pembelajaran melalui pengalaman. 

Kegiatan tersebut adalah percobaan/eksperimen dengan benda-benda kongkrit yang pernah digunakan atau dikenal baik oleh peserta didik, pengisian tabel pengamatan, dan diskusi atau perumusan konsep, serta aplikasi/penerapan dalam kehidupan sehari-hari. 

Pada tahap ini pula dipersiapkan instrumen penelitian yaitu bahan observasi baik berupa catatan khusus/tabel maupun catatan bebas.

Pelaksanaan Tindakan

 Pada tahap pelaksanaan, Penulis melaksanaan tindakan (Acting), meliputi proses pembelajaran dalam kelas dan luar kelas dengan model pembelajaran melalui pengalaman dan strategi penemuan konsep. Materi pembelajaran siklus I: perpindahan dan perubahan energi listrik; siklus II: perpindahan dan perubahan energi listrik (lanjutan); dan siklus III: energi listrik. Pada akhir pembelajaran siswa diberi test/penilaian akhir sebagai cermin atau refleksi.

Tahap Observasi

Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan observasi oleh kolaborator yaitu teman sejawat yang sudah berpengalaman lebih dari 5 (lima) tahun menjadi guru kelas VI, yaitu: Sri Afriza, S.Pd.SD, NIP: 197104032000122001, yang lebih lama pengalamannya menjadi guru kelas VI dari Penulis dan sudah pernah melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas. Keberadaan koloborator diharapkan memperoleh darinya berbagai hal untuk bahan penyusunan refleksi. Fokus observasi dilakukan terhadap aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan pengelolaan model pembelajaran melalui pengalaman oleh guru, serta keberhasilan guru dalam memandu peserta didik dalam menemukan konsep melalui proses model pembelajaran melalui pengalaman dan kegiatan penemuan konsep di jaring dengan angket bentuk inventori.

Perefleksian (Refleksi)

Hasil penelitian baik dalam proses maupun penilaian akhir dianalisa dan di tentukan kekurangan/kelemahan dan penyebabnya bersama kolaborator, begitu pula hasil observasi baik catatan khusus maupun catatan bebas serta data hasil angket balikan peseta didik dengan prosentase. Dari hasil analisa kesemuanya tersebut, digunakan sebagai bahan tindakan pada siklus. 

Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi selama pembelajaran berlangsung dari tiap siklus observasi dilakukan bersama-sama dengan guru lain (kolaborator). Data hasil observasi dicatat sebagai catatan bebas atau dalam format khusus yang disetujui bersama.

Data hasil belajar peserta didik diperoleh dari hasil penilaian secara lisan (penilaian proses) dan tulis (penilaian akhir) dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 75. Sedangkan data aktifitas peserta didik diambil dari hasil observasi bersama kolaborator.

Untuk mengetahui apakah model pembelajaran yang disajikan penulis sudah memenuhi kriteria/karakteristik model pembelajaran melalui pengalaman, pengumpulan datanya dilakukan kolaborator dengan format khusus.

 Pelaksanaan Penelitian dan Penjadwalan

Untuk menyelesaikan dengan kondisi pembelajaran yang sedang berlangsung, laju penelitian dilakukan sebagaimana penjadwalan penelitian dan skematik kegiatan penelitian sebagai berikut :

Tehnik Analisi Data

Data hasil observasi pembelajaran dianalisa bersama-sama, kemudian ditafsirkan berdasarkan kajian pustaka dan pengalaman guru. Hasil belajar siswa dianalisa berdasarkan ketelitian belajar peserta didik yakni secara klasikal 80% dari jumlah siswa sudah mencapai 60% dan secara individu dengan berpedoman ketuntasan belajar minimal 75.

Data aktivitas siswa dalam menemukan konsep terkait kompetensi dasar tersebut pada model pembelajaran melalui pengalaman, dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan melihat prosentase aktivitas peserta didik pada kegiatan-kegiatan utama proses menemukan konsep, kegiatan-kegiatan utama yang menjadi karakteristik model pembelajaran melalui pengalaman pada data aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, hasil observasi tiap siklus dan hasil respon siswa terhadap kegiatan proses pembelajaran.

Adapun data pada catatan bebas yang diperoleh Penulis dan kolaborator selama pembelajaran berlangsung dalam satu siklus yang meliputi kelemahan/kekurangan atau keuntungan dalam pelaksanaan pembelajaran, digunakan sebagai refleksi siklus berikutnya untuk diperbaiki.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dikemukakan kedalam 3 siklus. Pada setiap siklus dirumuskan hasil penelitian mengenai hasil belajar peserta didik untuk pembelajaran konsep dan aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran.

Siklus I

Dalam pembelajaran siklus I, materi pokok yang diajarkan adalah: “Perpindahan dan Perubahan Energi Listrik”. Refleksi pengalaman peserta didik yang teridentifikasi adalah terhadap baterai senter, baterai jam tangan, accu, bell listrik, jam, senter, mobil-mobilan. Benda kongkrit yang disediakan adalah jam tangan, baterai senter ABC, accu, bell listrik, dan mobil-mobilan.  

Pada siklus ini, peserta didik kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung mengalami sedikit kesulitan dalam mendefinisikan. Meskipun ada beberapa kekurangan dalam siklus ini, namun jika dibandingkan dengan hasil belajar pada kelas VI tahun pembelajaran 2016/2017 yang tidak menekankan dominasi metode penemuan melalui pengalaman, secara mayoritas kegiatan dalam proses pembelajaran, cukup berhasil. Hal ini terlihat, -- walaupun pada awalnya terlihat peserta didik menemui kesulitan,-- pada akhirnya siswa mampu menentukan/merumuskan konsep secara ilmiah. 

Penilaian proses berhasil baik, yaitu penilaian praktek terdiri (1) Ketepatan langkah kerja 73,43, (2) Ketelitian menggunakan alat 70,73, (3) Keruntutan laporan hasil kerja 64,06; dan hasil penilaian akhir dengan rata-rata jawaban benar 70,68 % sedangkan rata-rata ketuntasan 75 %. 

Dilihat dari aspek pengelolaan pembelajaran, dalam siklus ini sudah memenuhi kategori kegiatan penemuan konsep. Karena guru hanya memfasilitasi berupa kegiatan percobaan dan diskusi yang dapat mempermudah peserta didik dalam menemukan konsep energi listrik secara ilmiah, disamping itu, peserta didik mulai berpikir pola pembelajaran melalui pengalaman. Hal ini dapat dilihat pada hasil penilaian pengelolaan hasil belajar. 

Dilihat dari aspek aktivitas siswa pada siklus l dengan sepuluh macam kategori aktivitas, pada aktivitas utama kegiatan penemuan dan model pembelajaran adalah (1) Melaksanakan percobaan 18%, (2) Menyelesaikan masalah 17%, dan (3) Diskusi 11%. Dimana ketiga aspek tersebut diatas rata-rata, dalam artian cukup memuaskan. Sebagai balikan siswa tentang aktivitas pada proses pembelajaran ini dapat dilihat pada hasil angket inventori yang kategori aktivitas utamanya adalah (1) Percobaan : sangat senang 75% dan senang 12,5%, kurang senang: 12,5 %; (2) Menyelesaikan masalah : sangat senang 12,5 %, senang 62,5 %, kurang senang 25 % (3) Diskusi : sangat senang 50%, senang 18,75 %, kurang senang 31,25 %.

Ada dua hal penting yang dapat direfleksikan dari hasil penelitian siklus I ini. Pertama kemampuan peserta didik dalam membuat kesimpulan atau merumuskan konsep yang memerlukan proses berfikir ilmiah. Kedua, bagi peserta didik yang memiliki kemampuan rendah belum mampu berkomunikasi/berpendapat dalam diskusi. Selanjutnya kedua hal tersebut akan menjadi fokus masalah pada penelitian pembelajaran siklus II.

Siklus II

Materi yang dipelajari pada penelitian pembelajaran siklus II ini adalah lanjutan “ Energi Listrik”. Berdasarkan refleksi siklus 1, ada dua fokus masalah, yang pada penelitian siklus II ini, kedua permasalahan tersebut dapat dirumuskan dengan perumusan masalah sebagai berikut : 

Bagaimana kegiatan penemuan konsep perpindahan energi dan perubahan energi diperbaiki untuk pembelajaran konsep “Energi Lisitrik”.

Bagaimana kegiatan diskusi tidak hanya didominasi peserta didik yang pandai.

Untuk menjawab permasalahan tadi dipilih alternatif tindakan penerapan kembali kegiatan penemuan konsep dengan model pembelajaran melalui pengalaman. Pada kegiatan penemuan konsep “perpindahan dan perubahan energi listrik” dilakukan percobaan dengan menggunakan benda kongkrit dan dengan persiapan serta penjelasan yang lebih baik, yaitu guru memberi pertanyaan-pertanyaan yang lebih bersifat memancing siswa kearah penemuan konsep. Sedangkan untuk memperbaiki kegiatan diskusi, guru lebih memperhatikan peserta didik yang berkemampuan rendah mengemukakan pendapat. Berdasarkan uraian diatas pada siklus II dapat dikemukakan hipotesis penelitian "Perbaikan kegiatan penemuan konsep dan diskusi dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran konsep: “perpindahan dan perubahan energi listrik"”.

Sebagaimana pada siklus I, dalam siklus II skenarionya pembelajaran dimulai kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup/aplikasi. Selama dalam proses pembelajaran diadakan penilaian proses dan observasi sedangkan diakhir pembelajaran diadakan penilaian akhir berupa test tulis. 

Pada penilaian proses guru memberikan test lisan sedangkan kolaborator melakukan pengamatan dan penilaian terhadap ketrampilan pengetahuan alam dengan hasil rata-rata 76,56, sikap ilmiah pengetahuan alam dengan rata-rata 82,28. Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, baik dalam aspek kegiatan penemuan maupun model pembelajaran melalui pengalaman dimana aspek utamanya sama yaitu : ketepatan langkah kerja 87,5 %, ketelitian menggunakan alat 83,93 %, keruntutan laporan hasil 76,56 %; yang ketiganya tercapai dengan baik; artinya, lebih dari 75 % peserta didik, melakukannya dengan penuh serius.

Sebagai balikan siswa tentang aktivitas pada proses pembelajaran adalah (1) Percobaan : sangat senang 81,25 %, senang 18.75 % (2) Menyelesaikan masalah : sangat senang 18,75%, senang 75 %, kurang senang 6,25% (3) Diskusi : sangat senang 56,25 %, senang 31,25 %, kurang senang 16,66 %.

Pada kegiatan aplikasi secara mayoritas peserta didik mampu menyebutkan penerapan konsep “energi lsitrik” dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhir pembelajaran diperoleh hasil penilaian akhir dengan rata-rata jawaban benar 78,25 % dan rata-rata ketuntasan 87,5 %. Berarti jika dibanding siklus I, pada siklus II ada peningkatan prosentase jawaban benar sebesar 16,82 %; begitu pula pada aspek-aspek lain yaitu : ketrampilan pengetahuan alam naik 12,49 %.

Secara keseluruhan hasil penelitian pembelajaran siklus II sudah memenuhi harapan yakni adanya peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar. Namun demikian bagi Penulis, pengalaman proses pembelajaran ini merupakan pengalaman baru. Untuk memantapkan pengalaman akan dicoba pencapaian kegiatan penemuan konsep dengan model pembelajaran melalui pengalaman pada konsep “Penerapan Energi Listrik” di siklus III.

Siklus III

Rumusan masalah pada siklus III ini ialah "Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa dengan model pembelajaran melalui pengalaman melalui kegiatan penemuan konsep “penerapan energi lsitrik”.

Tahapan masalah pada siklus ini sama dengan tahapan pada siklus-siklus sebelumnya. Pada kegiatan percobaan terdiri dari dua kepentingan yaitu penemuan konsep “penerapan energi listrik”. Untuk membagi waktu yang terbatas penemuan konsep tersebut cukup dilakukan kegiatan demonstrasi yaitu satu jenis percobaan dilakukan untuk semua peserta didik. Hasil pengamatan peserta didik diarahkan kepada penemuan konsep melalui kegiatan diskusi. Karena peserta didik sudah berpengalaman pada siklus I dan II, guru lebih mudah dalam memandu dan antusias peserta didik dalam diskusi tidak hanya dimiliki peserta didik yang menonjol kepandaiannya tetapi peserta didik yang kurang pandai pun mulai memberikan kontribusi pada kegiatan tersebut. Begitu pula dalam menyelesaikan masalah baik pada proses percobaan, perumusan konsep. Maupun pada penilaian peserta didik, sudah menunjukkan perbaikan aktivitas.

Pada siklus ini dapat disimpulkan bahwa penelitian pembelajaran dengan memfokuskan pada pembelajaran model pengalaman mengalami keberhasilan. Hal ini dapat dilihat pada hasil semua aspek penelitian yang mengalami perbaikan atau peningkatan

Pembahasan 

Pengetahuan alam merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, konsep-konsep, prinsip-prinsip, konsep penemuan, dan memiliki sikap ilmiah. Pengetahuan alam di kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung, bermanfaat bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar. Pengetahuan alam menekankan pada pemberian langsung untuk mengembangkan kompetensi agar peserta didik mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pengetahuan alam diarahkan untuk "Mencari tahu" dan ”Berbuat”, sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.

Bertolak pada pengertian pengetahuan alam dalam kurikulum KTSP, sekurang-kurangnya ada dua tujuan dalam proses pembelajaran konsep energi listrik. Pertama, peserta didik memahami konsep energi listrik melalui proses berfikir ilmiah yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar; kedua, aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran menunjukkan pola pembelajaran yang aktif, kreatif, efesien dan menyenangkan.

Dilihat hasil belajar pada semua siklus, penelitian ini dapat mendukung tercapainya kedua tujuan diatas mengingat hasil belajar adalah pencerminan dan tujuan proses pembelajaran dalam artian, jika hasil belajar tidak baik menunjukkan proses pembelajarannya tidak berhasil. Namun jika hanya menginginkan hasil akhir saja yang baik, maka guru cukup menyampaikan definisi, fakta, prinsip-prinsip dengan ceramah dan metode drill. Pada hasil penilaian akhir maupun penilaian proses, yaitu: ketrampilan dan sikap ilmiah pengetahuan alam serta test lisan dalam proses pembelajaran menunjukkan angka yang signifikan. 

Dilihat dari aspek aktifitas peserta didik dalam proses pembelajaran, semua siklus menunjukkan bahwa kegiatan penemuan konsep energi listrik dengan model pembelajaran melalui pengalaman, dapat mewujudkan tujuan tersebut diatas. Hal ini dibuktikan dari hasit observasi pengelolaan proses pembelajaran, aktifitas peserta didik, maupun hasil balikan peserta didik tentang aktivitas dalam pembelajaran.

Sebagai fasilitator, bagi guru, hal-hal tersebut diatas merupakan pengalaman baru untuk menyediakan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Melalui pengalaman-pengalaman pembelajaran seperti itu, peserta didik menjadi termotivasi untuk mengetahui lebih jauh dan mengajukan berbagai pertanyaan hal-hal yang berkaitan dengan energi listrik. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin dapat dijawab seketika atau pada pembelajaran selanjutnya. 

Dengan demikian maka pembelajaran energi listrik yang tidak menarik, terlalu teoritis, bersikap abstraks, tidak menarik dan sulit dimengerti oleh peserta didik, dapat diupayakan perbaikan pembelajarannya melalui metode pengalaman. 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Memperhatikan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian tentang permasalahan yang diteliti, dapat disimpulkan bahwa :

Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yang signifikan dan peningkatan tersebut relevan dengan respon siswa kelas VI SD Negeri 12 Tanjung Betung yang positif terhadap pembelajaran menemukan konsep “perpindahan dan perubahan energi lsitrik, dan penerapan energi lsitrik” dengan model belajar melalui pengalaman

Aktivitas dan kreatifitas siswa kelas VI SD Negeri 12 Tahun Pelajaran 2017/2018 untuk mengkonstruksikan pengetahuan mereka sendiri, cenderung meningkat pada percobaan, menyelesaikan masalah dan diskusi. 

Saran

Belajar menemukan konsep dengan model pembelajaran melalui pengalaman ternyata memiliki kelebihan-kelebihan dan sesuai PAIKEM, oleh karenanya diharapkan bagi guru untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran pada konsep-konsep tertentu. 

Guru harus berupaya berfungsi sebagai fasilitator dan motivator, agar peserta didik belajar mandiri dan membiasakan berfikir ilmiah.

DAFTAR PUSTAKA

            Balai Penataran Guru, Surabaya (2003), Diklat Guru PBS IPA SD Depdiknas (2004) Kurikulum 2004; Maryono, Bekti (2006) Wawasan Kependidikan; Balai Penataan Guru, Surabaya (2003) Evaluasi Pembelajaran; Kristoro, Dipe, TESOL, M.A (2005) Materi Management Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah; Maryono, Bekti (2006) Wawasan Kependidikan; Patmiati, HS, 2003, Konsep Sumber-Sumber Energi Bumi, CV. Pelita Karya, Kalimantan Timur; Pandu Jatmiko, 2004, Discovery and Blue Energy (terjemahan ed.al, Hurteland James, Orland ; British; Soenarjo, Moendiksani, Dra. Hj. (2003) Peningkatan Profesi Guru; Widayati, Ninik Sri, Dra (2003) Bahan Ajar Penelitian Tindakan Kelas.

Oleh YUSNIMAR

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu